Jungkir Balik Pertahankan PB Tangkas hingga Lahirkan Atlet Berprestasi

loading…

Hingga saat ini, atlet dari PB Tangkas Intiland telah mengumpulkan sejumlah prestasi membanggakan. Total, 33 gelar juara berhasil ditorehkan pebulu tangkis yang tergabung di klub ini / Istimewa

JAKARTA – Sudah 67 tahun PB Tangkas Intiland berdiri dan melahirkan sederet pebulu tangkis top di panggung dunia. Hingga saat ini, atlet dari klub yang bermarkas di Jakarta Barat ini telah mengumpulkan sejumlah prestasi membanggakan.

PB Tangkas sudah mengumpulkan gelar prestise. Total, 33 gelar juara berhasil ditorehkan pebulu tangkis yang tergabung di klub ini. Dengan rincian, empat medali olimpiade, 10 gelar juara dunia, sembilan juara All England dan 10 medali emas Asian Games.

Dalam perayaan ulang tahun ke-67, yang jatuh pada 29 Desember. Ketua Umum PB Tangkas Intiland, Justian Suhandinata, membeberkan perjuangannya yang jatuh-bangun dalam memertahankan dan melakukan pembinaan klub ini. Sejarah dan kisah perjalanan Tangkas dituangkan dalam sebuah buku berjudul “Tangkas, 67 Tahun Berkomitmen Mencetak Jawara Bulutangkis,” karya Broto Happy Wondomisnowo, jurnalis spesialis bulu tangkis. Perayaan hari lahir PB Tangkas ini digelar di Jakarta, kemarin.

“Acara ini kami gelar sebagai bentuk rasa syukur dan ucapan terima kasih atas anugerah yang diberikan Sang Maha Pecipta sehingga Tangkas Intiland mampu merayakan ulang tahun ke-67. Sudah banyak gelombang yang mengempas kami selama menjalankan roda pembinaan. Namun, berkat bimbingan-Nya dan dukungan dari semua pihak yang selalu bersedia, ikhlas, serta rela tanpa pamrih membantu Tangkas Intiland, kami dapat bertahan sampai saat ini. Kami akan terus berkomitmen menghasilkan atlet-atlet berprestasi, baik nasional maupun internasional,” kata Justian dikutip dari Badmintonindonesia, Jumat (30/11/2018).

“Mengurus klub itu tidak mudah, jungkir balik, naik turun, hampir bubar karena tidak ada biaya, tapi semua akhirnya bisa diatasi. Tetapi kami bersyukur bisa menghasilkan prestasi yang lumayan bagi bangsa dan negara. Saya juga mau menghimbau kepada pemerintah agar bulutangkis di-declare sebagai cabor super prioritas,” sambung Justian.

Medali emas dari Asian Games ke-10 dipersembahkan oleh Jonatan. Di tengah padatnya jadwal latihan, Jonatan menyempatkan diri untuk hadir dalam perayaan hari jadi klub yang membesarkannya. “Selamat ulang tahun untuk PB Tangkas Intiland yang telah mencetak pemain-pemain luar biasa. Sebelum saya, banyak pemain yang prestasinya jauh lebih bagus seperti kak Rexy (Mainaky), a Ricky (Soebagdja),” jelas Jonatan.

“Saya senang bisa lahir dari klub ini, sampai saat ini adalah berkat dari Tangkas yang telah membesarkan saya dari umur sembilan tahun, sampai saya masuk pelatnas umur 15 tahun, banyak pengalaman, cerita yang luar biasa. Mimpi untuk PB Tangkas Intiland, tentu bukan berhenti di saya, semoga banyak bibit-bibit muda yang suatu saat nanti bisa seperti legenda-legenda hebat misalnya kak Rexy, a Ricky,” tambah Jonatan.

Pada acara ini juga dilangsungkan penyerahan replika trofi Piala Suhandinata kepada Kementrian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia untuk disimpan di Museum Olahraga Indonesia. Trofi ini dipersembahkan untuk menghargai dedikasi tokoh bulutangkis Suharso Suhandinata, yang merupakan ayah dari Justian dan Juniarto Suhandinata. Secara resmi Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) sejak 2008 di Pune, India, telah menghadirkan Piala Suhandinata untuk diperebutkan sebagai piala abadi dalam Kejuaraan Dunia Bulutangkis Beregu Campuran Junior.

Setelahnya juga ada kegiatan syukuran atas pemberian penghargaan BWF kepada Ketua Umum PB Tangkas Intiland, Justian Suhandinata yang menjadi orang pertama Indonesia yang memperoleh gelar kehormatan “Honorary Life Vice President” yang diterima langsung dari Presiden BWF, Poul Erik Hoyer.

(bbk)